Archive for ‘Tulisan Open Source’

15 November 2011

Debat Tanenbaum – Torvalds seri 2


Catatan: Tulisan ini dibuat dari karya berjudul: Open Sources - Voices from the 
Open Source Revolution (Kode-Sumber Terbuka - Suara-suara dari Revolusi Kode-Sumber
Terbuka) penerbit O'Reilly yang merupakan esai pilihan dari beberapa pengarang tentang dunia 
Kode-Sumber Terbuka. Tulisan ini diambil dari Apendiks A dan dibuat dalam 
beberapa seri (saya belum tahu akan menjadi berapa postingan) karena cukup panjang. 
Terjemahan dari karya ini diusahakan mendekati nada dalam tulisannya dan berusaha 
menggunakan bahasa yang sejelas mungkin. Saya hanya berharap karya ini dapat dinikmati 
seperti membaca karya aslinya dalam bahasa inggris. So, selamat menikmati tulisan ini.

HAK CIPTA

"Piranti-Lunak Bebas" adalah Hak Cipta (c) 1998 Richard M. Stallman

Salinan utuh (verbatim) dan duplikasi diijinkan dalam berbagai bentuk media
selama mencantumkan pernyataan ini.

"Riwayat Singkat Tradisi Peretas" dan "Balas Dendam Sang Peretas" adalah
Hak Cipta (c) 1998 Eric S. Raymond

Tulisan ini bebas; anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya
dibawah ketentuan GNU Lisensi Publik Umum seperti yang dipublikasikan
oleh Yayasan Piranti-Lunak Bebas; baik versi 2 dari Lisensi itu, atau
(sesuai pilihan anda) versi selanjutnya.

Tulisan ini disebarluaskan dengan harapan dapat berguna, tetapi
TANPA GARANSI; juga tanpa jaminan DAPAT DIPERJUALBELIKAN atau
SESUAI UNTUK TUJUAN TERTENTU. Lihat GNU Lisensi Publik Umum
untuk jelasnya.

Lihat Apendiks B untuk sebuah salinan dari GNU Lisensi Publik Umum,
atau kirimkan pertanyaan kepada Yayasan Piranti-Lunak Bebas,
59 Temple Place, Suite 330, Boston, MA 02111-1307, USA

  Eric Raymond
  esr@thyrsus.com
  6 Karen Drive
  Malvern, PA 19355

"Piranti-Lunak Kode-Sumber Terbuka" adalah bebas;
anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya
dibawah ketentuan GNU Lisensi Publik Umum seperti yang dipublikasikan
oleh Yayasan Piranti-Lunak Bebas; baik versi 2 dari Lisensi itu, atau
(sesuai pilihan anda) versi selanjutnya.

Tulisan ini disebarluaskan dengan harapan dapat berguna, tetapi
TANPA GARANSI; juga tanpa jaminan DAPAT DIPERJUALBELIKAN atau
SESUAI UNTUK TUJUAN TERTENTU. Lihat GNU Lisensi Publik Umum
untuk jelasnya.

Lihat Apendiks B untuk sebuah salinan dari GNU Lisensi Publik Umum,
atau kirimkan pertanyaan kepada Yayasan Piranti-Lunak Bebas,
59 Temple Place, Suite 330, Boston, MA 02111-1307, USA

  Bruce Perens
  bruce@pixar.com
  c/o Pixar Animation Studios
  1001 West Cutting #200
  Richmond, CA 94804

Semua tulisan yang tidak dicantumkan di atas, bebas disebarluaskan
TANPA MODIFIKASI selama pernyataan ini disertakan.
Seluruh materi memiliki hak cipta (c) 2000 O'Reilly & kolega.
Semua Hak dilindungi.

Apendiks A: Debat Tanenbaum-Torvalds seri 2

Dari: kevin@taronga.taronga.com (Kevin Brown)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 4 Feb 92 08:08:42 GMT
Organisasi: University of Houston

Dalam tulisan kt4@prism.gatech.EDU (Ken Thompson) menulis:

>sudutpandang boleh jauh dalam hal ketidakterkaitannya dari kegunaannya.
>Banyak, jika bukan sebagian besar, dari piranti-lunak yang kita gunakan
>mungkin usang menurut kriteria desain terbaru. Kebanyakan pengguna mungkin
>tidak peduli jika internal dari sistim operasi yang mereka gunakan, sudah
>usang. Mereka berhak lebih tertarik dalam kinerjanya dan kemampuannya di
>tingkat pengguna.
>
>Saya biasanya setuju bahwa mikrokernel adalah gelombang masa depan.
>Bagaimanapun, menurut hemat saya, lebih mudah mengimplementasikan kernel
>monolitik. Hal ini lebih mudah juga membuatnya menjadi kekacauan ketika
>terburu-buru saat memodifikasinya.

Seberapa sulit sebenarnya membuat struktur dari pohon sumber-kodenya kernel monolitik dimana sebagian besar perubahan tidak menimbulkan dampak negatif besar pada sumber-kodenya? Bahaya apa saja ketika menjalankannya, dan saran apa dari anda untuk menghadapinya?

Saya kira yang saya tanyakan ini: seberapa sulit untuk mengatur sumber-kode sehingga sebagian besar perubahan pada kernel tetap terlokalisasi dalam cakupan, meski kernelnya sendiri adalah monolitik?

Saya pikir anda memiliki pengalaman bertahun-tahun dengan kernel monolitik :-), jadi saya rasa anda punya jawaban terbaik untuk pertanyaan seperti ini.

Kevin Brown

Dari: rburns@finess.Corp.Sun.COM (Randy Burns)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 30 Jan 92 20:33:07 GMT
Organisasi: Sun Microsystems, Mt. View, Ca.

Dalam tulisan ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Dalam tulisan torvalds@klaava.Helsinki.
>FI (Linus Benedict Torvalds) menulis:

>Tentu saja 5 tahun dari sekarang akan berbeda, tetapi 5 tahun dari sekarang
>setiap orang akan jalankan GNU bebas pada 200 MIPS, 64M komputer Sparc-5 mereka.

Yah, saya orangnya yang _senang_ bila hal ini benar-benar terjadi

>>Faktanya adalah bahwa linux lebih portabel daripada minix. Apa? saya dengar
>>kata anda. Itu benar – tapi bukan seperti yang ast (Andrew S Tanenbaum)
>>artikan: saya membuat linux menurut standar yang saya tahu caranya (tanpa
>>memiliki standar POSIX apapun di depan saya). Memindahkan hal ke linux
>>umumnya /lebih/ mudah daripada memindahkannya ke minix
………
>Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan
>bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada
>dasarnya salah.

Pertama-tama, bagian dari Linux yang setelannya paling bagus pada mesin 80×86 adalah kernel dan perangkatnya. Perasaan saya sih bahkan bila Linux hanyalah ukuran sementara untuk kita semua jalankan piranti-lunak GNU, itu masih bermanfaat memiliki kernel yang setelannya bagus untuk arsitektur yang paling banyak digunakan saat ini.

>Sebuah OS sendiri harus mudah dipindahkan ke landasan perangkat-keras baru.

Yah, satu-satunya bagian Linux yang tidak portabel adalah kernel dan pengendalinya (driver). Bandingkan dengan kompilator, perkakas, system tampilan dan sebagainya (compilers, utilities, windowing system etc). Ini benar-benar kecil usahanya. Karena Linux punya derajat besar dari kompabilitas pemanggilan dengan banyak OS portabel, saya tidak akan berkomentar jauh. Saya pribadi sangat berterimakasih memiliki OS yang sepertinya membuat beberapa dari kita dapat mengambil keuntungan dari piranti-lunak yang datang dari Berkeley, FSF, CMU dan sebagainya. Mungkin juga dalam 2-3 tahun saat ultra-BSD murah dan Hurd berkembang pesat, Linux mulai menjadi usang. Kembali, saat ini Linux memotong drastis biaya menggunakan alat seperti gcc, bison, bash yang berguna dalam mengembangkan OS seperti ini.

Dari: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 31 Jan 92 10:33:23 GMT
Organisasi: University of Helsinki

Dalam tulisan ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Keterbatasan dari MINIX berhubungan sedikitnya sebagai bagian menjadi seorang
>profesor: Sebuah design yang terang-terangan untuk membuatnya berjalan di
>perangkat keras murah sehingga para mahasiswa dapat membelinya.

Baiklah: titik teknis nyata, dan satu yang membuat beberapa komentar saya tidak dapat dibenarkan. Tetapi pada saat yang sama, anda menembak diri sendiri sedikit di kaki: Sekarang anda mengaku bahwa banyak kesalahan minix karena terlalu portabel: termasuk mesin yang tidak benar-benar dirancang untuk jalankan unix. Asumsinya menuju ke fakta dimana minix sekarang tidak dapat ditambah untuk punya, katakan, seperti proses-laman (paging), bahkan untuk mesin yang mendukungnya. Ya, minix portabel, tapi anda bisa menulis ulang seperti “tidak mengunakan fitur apapun”, dan masih benar.

>Sebuah sistim berkas banyak-jalinan (multithreaded file system) adalah
>terobosan-singkat kinerja.

Salah. itu terobosan-singkat kinerja /pada mikrokernel/, Tetapi itu fitur otomatis saat anda menulis kernel monolitik – satu area dimana mikrokernel tidak bekerja terlalu baik (seperti yang saya tunjukkan dalam surat pribadi ke ast). Ketika menulis sebuah unix cara “usang”, anda otomatis dapat kernel banyak-jalinan (multithreaded kernel): setiap proses menjalankan tugas masing-masing, dan anda tidak harus membuat hal jelek seperti antrian-pesan untuk membuatnya bekerja efisien.

Selain itu, ada orang yang mempertimbangkan “hanya terobosan-singkat kinerja” penting: kecuali anda punya cray-3, saya rasa setiap orang akan capek menunggu depan komputer sepanjang waktu. Saya tahu karena saya sudah gunakan minix (dan ya, saya lakukan dengan Linux juga, dan itu /jauh/ lebih baik).

>Saya tetap berpandangan bahwa merancang sebuah kernel monolitik di tahun
>1991 adalah kesalahan mendasar. Bersyukurlah anda bukan mahasiswa saya.
>Anda tidak akan pernah dapat nilai tinggi untuk desain semacam itu 🙂

Yah, saya mungkin tidak mendapatkan nilai terlalu bagus bahkan tanpa anda: Saya ada adu-mulut (sepenuhnya tidak berhubungan – bahkan tidak terkait dengan OS) dengan orang di universitas ini yang mengajar desain OS. Saya ingin tahu kapan saya akan belajar 🙂

>Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan
>bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada
>dasarnya salah.

Tapi poin /saya/ adalah bahwa sistim operasi /tidak/ terikat pada jalur prosesor: UNIX berjalan paling banyak dengan prosesor nyata kenyataannya. Ya, /implementasinya/ memang spesifik-perangkat-keras, tapi itu BESAR bedanya. Anda menyebutkan OS/360 dan MS-DOG sebagai contoh desain yang buruk karena tergantung pada perangkat kerasnya, dan saya setuju. Tetapi ada perbedaan besar antara ini dengan linux: API linux portabel (bukan karena saya pintar desain, tapi karena fakta bahwa saya memutuskan mengikuti OS yang cukup-baik-dipikirkan-masak-masak dan teruji: unix.)

Jika anda menulis program untuk linux hari ini, anda seharusnya tidak mendapat terlalu banyak kejutan saat anda cuma mengkompilasinya untuk Hurd di abad 21. Seperti yang telah tercatat (bukan hanya oleh saya), kernel linux merupakan bagian kecil dari sebuah sistim lengkap: kode-sumber penuh untuk linux yang saat ini berjalan sekitar 200kB terkompresi – kode-sumber penuh untuk tampaknya pengembangan sistim lengkap sedikitnya 10MB terkompresi (dan dengan mudah nambah, dan nambah lebih besar). Dan semua kode-sumber itu portabel, kecuali untuk bagian kernel mini ini yang anda dapat (mungkin: saya sudah lakukan) menulis ulang dari awal, kurang dari setahun tanpa /ada/ memiliki pengetahuan sebelumnya.

Nyatanya /seluruh/ kernel linux jauh lebih kecil daripada mesin-tergantung-386 dalam mach: i386.tar.Z untuk versi saat ini dari mach melebihi 800kB terkompresi (823391 bytes menurut nic.funet.fi). Memang, mach “agak” lebih besar dan punya fitur lebih banyak, tetapi itu seharusnya tetap mengatakan pada anda sesuatu.

Linus

Dari: kaufman@eecs.nwu.edu (Michael L. Kaufman)
Bahasan: Re: Sistimm LINUX usang
Tanggal: 3 Feb 92 22:27:48 GMT
Organisasi: EECS Department, Northwestern University

Saya sudah coba untuk mengirimkan dua tulisan ini dari tempat kerja, tapi saya rasa mereka tertelan. Jika anda sudah pernah melihatnya, maaf.

——————————————————————–

Andy Tanenbaum menulis artikel menarik (juga menarik mengetahui bahwa dia benar-benar membaca grup ini) tetapi saya pikir dia melupakan poin penting.

Dia Menulis:

>Seperti banyak kalian ketahui, untuk saya MINIX adalah sebuah hobi, …

Yang juga mungkin benar sebagian besar, jika bukan seluruhnya, untuk orang yang terlibat dalam Linux. Kami tidak mengembangkan sebuah sistim untuk mengambil-alih pasar OS, Kami cuma menghabiskan waktu dengan baik.

> Yang akan terjadi adalah mereka secara bertahap akan mengambil alih dari
> garis 80×86. Mereka akan jalankan program lama MS-DOS dengan
> menginterpretasikan 80386 di dalam piranti-lunak.

Nah jika ini terjadi, jika saya tetap ingin bermain dengan Linux, saya hanya tinggal jalankan saja di emulator 386 saya.

> Minix dirancang untuk mudah berpindah, dan telah berhasil dipindahkan
> dari sistim Intel ke sistem 680×0 (Atari, Amiga, Macintosh), SPARC,
> dan NS32016. Linux cukup terikat kuat dengan 80×86. Tidak dapat
> kemana-mana.

Itu bagusuntuk orang-rang yang punya mesin itu, tapi tidak ada makan siang yang gratis. Portabilitas itu didapat dari biaya beberapa kinerja dan beberapa fitur pada mesin 386. Sebelum anda memutuskan LINUX itu jangan digunakan, anda seharusnya berpikir tentang apa yang akan digunakan. Saya akan menggunakannya untuk memjalankan memori dan perhitungan intensif program grafik pada mesin 486 saya. Buat saya, kecepatan dan memori lebih penting baru ke depannya kedalaman-seninya dan portabilitas.

> Tetapi, sejujurnya, saya akan menyarankan mereka yang ingin sebuah OS
> “bebas” yang **CANGGIH** mencoba yang berbasis mikrokernel, OS
> portabel, mungkin seperti GNU atau sejenis seperti itu.

Saya tidak tahu basis mikrokernel bebas lainnya, portabel OS lain. GNU tetap piranti-lunak-ada-tidak-tidakjadipun-tidak (vaporware), dan kemungkinan tetap seperti itu untuk waktu ke depan. Apakah anda benar-benar punya satu untuk rekomendasi, atau anda hanya mempermainkan saya? 😉

—————————————————————————

Dalam artikel ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan
>bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada
>dasarnya salah. Sebuah OS sendiri harus mudah dipindahkan ke landasan
>perangkat-keras baru.

Saya pikir saya melihat dimana saya tidak setuju dengan anda sekarang. Anda melihat desain OS sebagai akhir dalam dirinya. Minix baik karena portabel/Mikro-kernel/dan sebagainya. Linux tidak baik karena monolitik/terikat erat dengan Intel/dan sebagainya. Itu bukan seikap yang aneh untuk seseorang dalam dunia akademis, tetapi itu juga bukan sesuatu yang anda harapkan dapat dibagikan secara universal. Linux tidak ditulis buat alat mengajar, ataupun buat latihan abstrak. Dia ditulis untuk semua orang untuk jalankan piranti-lunak jenis GNU _saat ini_. Fakta bahwa dia tidak boleh digunakan lima tahun lagi kurang penting dari fakta bahwa hari ini (Yah, sampai April mungkin) Saya dapat jalankan jenis piranti-lunak yang mau saya jalankan. Anda terus mengatakan Minix lebih baik, tetapi jika dia tidak dapat menjalankan piranti-lunak yang saya ingin jalankan, dia benar-benar tidak bagus (buat saya) sama sekali.

>Saat OS/360 ditulis dalam bahasa assembly untuk PC 360 IBM 25 tahun yang
>lalu, mungkin masih bisa dimaafkan. Saat MS-DOS ditulis khusus untuk 8088
>10 tahun lalu, ini kurang dari kata cerdas, seperti IBM dan Microsoft
>sekarang, hanya terlalu menyakitkan untuk menyadarinya.

poin sama. MSoft tidak datang dengan Dos untuk “menjelajahi batas-batas penelitian os”. Mereka lakukan untuk mendapatkan uang. dan mengingat fakta bahwa MS-DOS mungkin masih menjual lebih banyak dari orang lain meski dikumpulkan bersama, Saya tidak pikir seperti yang anda katakan mereka gagal _dalam tujuan mereka_. Bukan karena MS-Dos OS terbaik dalam hal apapun, tapi karena dia melayani kebutuhan mereka.

Michael

Iklan
15 November 2011

Debat Tanenbaum – Torvalds seri 1


Catatan: Tulisan ini dibuat dari karya berjudul: Open Sources - Voices from the 
Open Source Revolution (Kode-Sumber Terbuka - Suara-suara dari Revolusi Kode-Sumber
Terbuka) penerbit O'Reilly yang merupakan esai pilihan dari beberapa pengarang tentang dunia 
Kode-Sumber Terbuka. Tulisan ini diambil dari Apendiks A dan dibuat dalam 
beberapa seri (saya belum tahu akan menjadi berapa postingan) karena cukup panjang. 
Terjemahan dari karya ini diusahakan mendekati nada dalam tulisannya dan berusaha 
menggunakan bahasa yang sejelas mungkin. Saya hanya berharap karya ini dapat dinikmati 
seperti membaca karya aslinya dalam bahasa inggris. So, selamat menikmati tulisan ini.

HAK CIPTA
"Piranti-Lunak Bebas" adalah Hak Cipta (c) 1998 Richard M. Stallman

Salinan utuh (verbatim) dan duplikasi diijinkan dalam berbagai bentuk media
selama mencantumkan pernyataan ini.

"Riwayat Singkat Tradisi Peretas" dan "Balas Dendam Sang Peretas" adalah
Hak Cipta (c) 1998 Eric S. Raymond

Tulisan ini bebas; anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya
dibawah ketentuan GNU Lisensi Publik Umum seperti yang dipublikasikan
oleh Yayasan Piranti-Lunak Bebas; baik versi 2 dari Lisensi itu, atau
(sesuai pilihan anda) versi selanjutnya.

Tulisan ini disebarluaskan dengan harapan dapat berguna, tetapi
TANPA GARANSI; juga tanpa jaminan DAPAT DIPERJUALBELIKAN atau
SESUAI UNTUK TUJUAN TERTENTU. Lihat GNU Lisensi Publik Umum
untuk jelasnya.

Lihat Apendiks B untuk sebuah salinan dari GNU Lisensi Publik Umum,
atau kirimkan pertanyaan kepada Yayasan Piranti-Lunak Bebas,
59 Temple Place, Suite 330, Boston, MA 02111-1307, USA

  Eric Raymond
  esr@thyrsus.com
  6 Karen Drive
  Malvern, PA 19355

"Piranti-Lunak Kode-Sumber Terbuka" adalah bebas;
anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya
dibawah ketentuan GNU Lisensi Publik Umum seperti yang dipublikasikan
oleh Yayasan Piranti-Lunak Bebas; baik versi 2 dari Lisensi itu, atau
(sesuai pilihan anda) versi selanjutnya.

Tulisan ini disebarluaskan dengan harapan dapat berguna, tetapi
TANPA GARANSI; juga tanpa jaminan DAPAT DIPERJUALBELIKAN atau
SESUAI UNTUK TUJUAN TERTENTU. Lihat GNU Lisensi Publik Umum
untuk jelasnya.

Lihat Apendiks B untuk sebuah salinan dari GNU Lisensi Publik Umum,
atau kirimkan pertanyaan kepada Yayasan Piranti-Lunak Bebas,
59 Temple Place, Suite 330, Boston, MA 02111-1307, USA

  Bruce Perens
  bruce@pixar.com
  c/o Pixar Animation Studios
  1001 West Cutting #200
  Richmond, CA 94804

Semua tulisan yang tidak dicantumkan di atas, bebas disebarluaskan
TANPA MODIFIKASI selama pernyataan ini disertakan.
Seluruh materi memiliki hak cipta (c) 2000 O'Reilly & kolega.
Semua Hak dilindungi.

Apendiks A: Debat Tanenbaum-Torvalds

Apa yang dibahas apendiks ini adalah yang komunitas kenal sebagai debat Tanenbaum/Linus “Sistim Linux usang”. Andrew Tanenbaum adalah peneliti yang disegani yang hidup berkecukupan dari memikirkan sistim operasi dan desain sistim operasi. Di awal 1992, memperhatikan bagaimana diskusi Linux memenuhi seluruh diskusi dalam forum comp.os.minix, dirinya memutuskan inilah waktunya untuk berkomentar tentang Linux.

Walau Andrew Tanenbaum dikonotasikan negatif karena kerasnya dan salah persepsinya akan kernel Linux, namun reaksi terhadap Tanenbaum tidak berimbang. Ketika Linus mengetahui bahwa kami menyertakan perdebatan ini, Dia ingin meyakinkan dunia mengetahui bahwa dirinya tidak menyimpan kebencian terhadap Tanenbaum dan sebenarnya tidak akan menyetujui dimasukkannya tulisan ini jika kita tidak bisa menyakinkan dia bahwa hal itu akan menunjukkan bagaimana dunia berpikir tentang desain OS pada saat itu.

Kami merasa dengan memasukkan apendiks ini akan memberikan perspektif yang baik bagaimana hal itu ketika Linus berada di bawah tekanan karena ia mengabaikan ide mikrokernel dalam dunia akademis. Ketiga tulisan pertama dari Linus membahas ini lebih lanjut.

Salinan elektronis dari debat ini tersedia di Jaringan dan dengan mudah ditemukan melalui mesin pencari apapun. Menyenangkan membaca dan mencatat siapa yang bergabung dalam diskusi ini. Anda dapat melihat peretas seperti Ken Thompson (salah satu pembuat Unix) dan David Miller (yang merupakan peretas Linux kernel utama saat ini), dan juga lainnya.

Untuk menempatkan diskusi ini ke dalam perspektif, saat hal ini terjadi pada tahun 1992, 386 adalah chip yang mendominasi dan 486 belum keluar di pasar. Microsoft masih merupakan perusahaan kecil yang menjual DOS dan Word untuk DOS. Lotus 123 menguasai pasar lembar lajur (spreadsheet) dan WordPerfect dalam pasar pengolah kata. DBASE adalah supplier basis data yang dominan dan banyak perusahaan yang banyak dikenal hari ini – Netscape, Yahoo, Excite – sama sekali tidak ada.


Sistem Linux usang

Tanenbaum

Wajah Andy Tanenbaum (diambil dari Wikipedia. Hak Cipta dilindungi.)

Dari: ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum)
kelompokberita (newsgroup): comp.os.minix
Bahasan: Sistim LINUX usang
Tanggal: 29 Jan 92 12:12:50 GMT
Organisasi: Fac. Wiskunde &h; Informatica, Vrije Universiteit, Amsterdam

Saya sebelumnya berada di U.S selama beberapa minggu, jadi saya belum sempat berkomentar banyak tentang LINUX (walau saya tidak akan berkomentar banyak seandainya ada), tetapi demi kebaikan, saya ada beberapa komentar sekarang. Seperti banyak kalian ketahui, untuk saya MINIX adalah sebuah hobi, sesuatu yang saya lakukan ketika bosan menulis buku, atau tidak ada berita perang, revolusi, atau dengar-pendapat senat yang ada di televisi. Pekerjaan saya sesungguhnya adalah profesor dan peneliti di bidang sistim operasi. Sebagai bagian pekerjaan saya, saya pikir saya tahu sedikit tentang akan ke arah mana sistim operasi akan menuju dalam sepuluh tahun ke depan. Dua aspek muncul:

1. Sistim Mikrokernel dan Monolitik

Kebanyakan sistim operasi tua adalah monolitik, yang artinya, seluruh sistim operasi adalah satu berkas a.out yang berjalan dalam ‘moda kernel’. Binari ini berisi manajemen proses, manajemen memori, sistim berkas dan lainnya. Contoh sistim seperti ini adalah UNIX, MS-DOS, VMS, MVS, OS/360, Multics, dan banyak lagi.

Alternatif lainnya adalah sistim berbasis mikrokernel, dimana sebagian besar OS berjalan dalam proses terpisah, kebanyakan diluar kernel. Mereka berkomunikasi melalui kirim pesan. Tugas kernel adalah mengatur proses kirim pesan ini, proses menyela (interupsi), manajemen proses tingkat-rendah, dan kemungkinan contoh I/O dari desain ini adalah RC4000, Amoeba, Chorus, Mach, dan Window/NT yang belum dirilis.

Sementara saya dapat bercerita panjang lebar tentang manfaat relatif dari dua desain tersebut, cukuplah mengatakan bahwa di antara mereka yang sesungguhnya mendesain sistim operasi, perdebatan ini pada intinya sudah berakhir. Mikrokernel menang. Bantahan yang nyata untuk sistim Mikrokernel hanyalah kinerja, dan cukup bukti yang memperlihatkan bahwa sistim mikrokernel dapat melaju kencang seperti sistim monolitik (contohnya Rick Rashid telah mempublikasikan tulisan yang membandingkan Mach 3.0 dengan sistim monolitik) dimana artinya seluruhnya sudah berakhir kecuali teriakan kesal.

Minix adalah sistim berbasis mikrokernel. sistim berkas dan manajemen memori adalah proses terpisah, berjalan di luar kernel. Pengendali I/O (I/O drivers) juga proses terpisah (di dalam kernel, tetapi hanya karena sifat alami CPU Intel yang sudah tetap yang membuat sulit jika sebaliknya). LINUX adalah sistim bergaya monolitik. Ini merupakan langkah mundur besar ke tahun 1970-an. Itu seperti mengambil yang sudah ada, program C yang berjalan baik, dan menulisnya kembali dalam BASIC. Buat saya, menulis sebuah sistim monolitik di tahun 1991, benar-benar ide yang buruk.

2. Portabilitas (Kemampuan dipindah ke sistim lain)

Pada awalnya, hanya ada CPU 4004. Ketika tumbuh, menjadi 8008. Kemudian menjalani operasi plastik, dan jadi 8080. Dia melahirkan 8086, yang melahirkan 8088, yang melahirkan 80286, yang melahirkan 80386, yang melahirkan 80486, dan selanjutnya sampai generasi ke-N. Sementara itu chip RISC dibuat, dan beberapa dari mereka berjalan di atas 100 MIPS (jutaan instruksi per detik). Kecepatan 200 MIPS dan lebih akan lebih banyak di tahun mendatang. Hal ini tidak akan tiba-tiba lenyap. Yang akan terjadi adalah mereka secara bertahap akan mengambil alih dari garis 80×86. Mereka akan jalankan program lama MS-DOS dengan menginterpretasikan 80386 di dalam piranti-lunak. (Saya bahkan menulis sendiri simulator IBM PC dalam C, dimana anda dapat mendapatkannya dengan FTP dari ftp.cs.vu.nl = 192.31.231.42 dalam direktori minix/simulator) Saya pikir adalah kesalahan berat untuk mendesain sebuah OS untuk arsitektur spesifik, karena itu tidak akan bertahan lama.

Minix dirancang untuk mudah berpindah, dan telah berhasil dipindahkan dari sistim Intel ke sistem 680×0 (Atari, Amiga, Macintosh), SPARC, dan NS32016. Linux cukup terikat kuat dengan 80×86. Tidak dapat kemana-mana.

Jangan salah, saya tidak senang dengan LINUX. Dia akan membuat semua orang yang ingin beralih dari MINIX ke BSD UNIX di belakang saya. Tetapi, sejujurnya, saya akan menyarankan mereka yang ingin sebuah OS “bebas” yang **CANGGIH** mencoba yang berbasis mikrokernel, OS portabel, mungkin seperti GNU atau sejenis seperti itu. Andy Tanenbaum (ast@cs.vu.nl) P.S. Hanya sebagai sisi acak, Amoba memiliki emulator UNIX (berjalan dalam sisi pengguna), tetapi jauh dari lengkap. Jika ada yang tertarik untuk mengusahakan hal itu, silahkan beritahu saya. Untuk jalankan Amoeba, anda memerlukan beberapa buah 386, satu perlu 16M memori dan semuanya memerlukan kartu eternet WD.


Torvalds

Wajah Linus Torvalds (diambil dari Wikipedia. Hak Cipta dilindungi.)

Dari: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Bahasan: Re: LINUX is obsolete
Tanggal: 29 Jan 92 23:14:26 GMT
Organisasi: University of Helsinki

Nah, dengan bahasan seperti ini, saya takut saya harus membalasnya.
Permintaan maaf untuk pengguna-minix yang telah mendengar tentang Linux ya.
Ingin rasanya untuk dapat “mengabaikan pancingan itu”, tapi … saatnya untuk luapan-ramai-ramai (flamefesting) serius!

Dalam tulisan ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) mengatakan:

>
>Saya sebelumnya berada di U.S selama beberapa minggu, jadi saya belum
>sempat berkomentar banyak tentang LINUX (walau saya tidak akan berkomentar
>banyak seandainya ada), tetapi demi kebaikan, saya ada beberapa komentar
>sekarang.
>
>Seperti banyak kalian ketahui, untuk saya MINIX adalah sebuah hobi,
>sesuatu yang saya lakukan ketika bosan menulis buku, atau tidak ada berita
>perang, revolusi, atau dengar-pendapat senat yang ada di televisi.
>Pekerjaan saya sesungguhnya adalah profesor dan peneliti di bidang sistim
>operasi.

Anda menggunakan ini sebagai alasan untuk keterbatasan minix? Maaf, tetapi anda kedodoran: Saya punya banyak alasan dari yang anda miliki, dan linux tetap mengalahkan ‘celananya’ minix hampir di semua area. Belum lagi kenyataan bahwa sebagian besar kode PC minix yang bagus, tampaknya ditulis oleh Bruce Evans.

Jwb 1: anda buat minix sebagai hobi – lihat siapa yang mencari uang dari minix, dan siapa yang memberikan linux secara gratis. Lalu bicara tentang hobi. Buat minix tersedia bebas, dan satu dari keluhan terbesar saya akan hilang. Linux memang sangat jelas sebagai hobi (tapi yang serius, jenis terbaik) buat saya: Saya tidak mendapatkan uang darinya, dan itu bahkan juga bukan bagian dari studi saya di universitas. Saya selesaikan semua itu dalam waktu saya sendiri, dan dengan mesin saya sendiri.

Jwb 2: pekerjaan anda menjadi profesor dan peneliti: Itu satu dari alasan baik terburuk dari beberapa cacat-otak dari minix. Saya hanya dapat berharap (dan berasumsi) bahwa Amoeba tidak payah seperti minix.

>1. Sistim Mikrokernel dan Monolitik

Benar, linux monolitik, dan saya setuju mikrokernel lebih baik. Dengan bahasan yang kurang argumentatif, saya mungkin setuju dengan sebagian besar yang anda katakan. Dari titik pandang teoritis (dan estetik) linux kedodoran. Jika GNU kernel sudah siap musim semi lalu, saya tidak perlu repot-repot untuk memulai proyek saya bahkan: nyatanya tidak, dan sampai sekarang tidak. Linux menang telak dari titik karena tersedia sekarang juga.

> Minix adalah sistim berbasis mikrokernel. [dihapus, karena tidak seperti
> anda melewatkan poinnya] LINUX adalah sistim bergaya monolitik.

Jika ini hanya satu-satunya kriteria untuk “kebaikan” sebuah kernel, anda bisa jadi benar. Yang anda tidak sebutkan adalah minix tidak menjalankan pekerjaan micro-kernel dengan sangat baik, dan punya masalah-masalah dengan banyak-tugas (multitasking) yang sebenarnya (di dalam kernel). Jika saya membuat sebuah OS yang punya masalah-masalah dengan banyak-jalinan (multithreading) sistim berkas, saya tidak akan begitu cepat mencela yang lain: Yang pasti, saya lakukan yang terbaik untuk membuat yang lain melupakan kegagalan saya.

[ ya, saya tahu bahwa ada terobosan-singkat (hacks) untuk banyak-jalinan minix, tetapi mereka semua cuma terobosan-singkat, dan bruce evans mengatakan pada saya banyak terjadi kondisi-balapan ]

>2. PORTABILITAS

“Portabilitas adalah untuk orang yang tidak bisa menulis program baru”

-saya, sekarang ini (dengan bercanda)

Faktanya adalah bahwa linux lebih portabel daripada minix. Apa? saya dengar kata anda. Itu benar – tapi bukan seperti yang ast (Andrew S Tanenbaum) artikan: saya membuat linux menurut standar yang saya tahu caranya (tanpa memiliki standar POSIX apapun di depan saya). Memindahkan hal ke linux umumnya /lebih/ mudah daripada memindahkannya ke minix.

Saya setuju bahwa portabilitas adalah hal baik: tapi hanya apabila benar-benar memiliki arti. Tidak ada ide yang mencoba untuk membuat sebuah sistem operasi terlalu portabel: mengikuti API portabel sudah cukup baik. Yang paling /ide/ dari sistem operasi adalah menggunakan fitur perangkat keras, dan sembunyikan mereka dibalik lapisan dari panggilan kelas diatasnya. Itu adalah apa yang sebenarnya linux kerjakan: dia hanya menggunakan subset lebih besar dari fitur 386 daripada kernel lain yang biasanya lakukan. Tentu saja ini membuat kernel itu jelas tidak dapat dipindahkan (unportable), tapi itu juga membuat untuk sebuah desain /jauh/ lebih sederhana. Harga-pertukaran (trade-off) yang bisa diterima, dan satu yang membuat linux mungkin di tempat pertama.

Saya juga setuju bahwa linux membawa tidak-dapat-dipindahkan ke sebuah ektrim: Saya mendapat 386 saya Januari lalu, dan linux merupakan bagian dari proyek untuk mengajarkan saya tentangnya. Banyak hal yang seharusnya selesai lebih portabel jika itu adalah proyek sesungguhnya. Saya tidak akan membuat terlalu banyak alasan tentang itu meski: itu adalah sebuah keputusan desain, dan april lalu ketika saya mulai hal ini, saya tidak berpikir bahwa orang-orang akan benar-benar menggunakannya. Saya senang mengabarkan saya salah, dan selama sumber saya tersedia bebas, setiap orang bebas untuk mencoba memindahkannya, walaupun itu tidak akan mudah.

Linus

PS. Saya meminta maaf dimana saya kadang terdengar terlalu keras: minix cukup bagus jika anda tidak punya pilihan. Amoeba mungkin bagus jika anda punya 5-10 mesin 386 tergeletak tidak digunakan, tetapi sudah pasti bukan saya. Saya tidak biasanya begitu meluap, tapi saya sensitif begitu menyangkut linux 🙂


Dari: ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 30 Jan 92 13:44:34 GMT

Dalam tulisan torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds) menulis:

>Anda menggunakan ini [sebagai seorang profesor] sebagai alasan untuk keterbatasan minix?

Keterbatasan dari MINIX berhubungan sedikitnya sebagai bagian menjadi seorang profesor: Sebuah design yang terang-terangan untuk membuatnya berjalan di perangkat keras murah sehingga para mahasiswa dapat membelinya. Secara khusus, selama bertahun-tahun berjalan pada PC biasa 4.77 MHz tanpa piringan keras (harddisk). Anda bisa lakukan apapun di sini, termasuk mengubah dan mengkompilasi ulang sistimnya. Hanya sebagai catatan, sejak 1 tahun lalu, ada dua versi, satu untuk PC (360K disket) dan satu lagi untuk 286/386 (1.2M). Versi PC mengalahkan penjualan versi 286/386 dengan 2 banding 1. Saya tidak punya gambaran tapi dugaan saya adalah pecahan dari 60 juta PC yang ada yaitu mesin 386/486 dibandingkan 8088/286/680×0 dan lain lain, adalah kecil.
Di antara mahasiswa hal itu bahkan lebih kecil. Membuat piranti-lunak gratis, tetapi hanya untuk mereka dengan cukup uang untuk membeli perangkat keras kelas satu adalah konsep manarik. Tentu saja 5 tahun dari sekarang akan berbeda, tetapi 5 tahun dari sekarang setiap orang akan jalankan GNU bebas pada 200 MIPS, 64M komputer Sparc-5 mereka.

>Jwb 2: pekerjaan anda menjadi profesor dan peneliti: Itu satu dari alasan
>baik terburuk dari beberapa cacat-otak dari minix. Saya hanya dapat berharap
>(dan berasumsi) bahwa Amoeba tidak payah seperti minix.

Amoeba tidak dirancang untuk jalan pada sebuah mesin 8088 tanpa piringan keras.

>Jika ini hanya satu-satunya kriteria untuk “kebaikan” sebuah kernel, anda
>bisa jadi benar. Yang anda tidak sebutkan adalah minix tidak menjalankan
>pekerjaan micro-kernel dengan sangat baik, dan punya masalah-masalah dengan
>banyak-tugas (multitasking) yang sebenarnya (di dalam kernel). Jika saya
>membuat sebuah OS yang punya masalah-masalah dengan banyak-jalinan
>(multithreading) sistim berkas, saya tidak akan begitu cepat mencela yang
>lain: Yang pasti, saya lakukan yang terbaik untuk membuat yang lain
>melupakan kegagalan saya.

Sebuah sistim berkas banyak-jalinan (multithreaded file system) adalah terobosan-singkat kinerja. Ketika hanya ada satu pekerjaan aktif, kasus biasa pada PC kecil, tidak menguntungkan apapun dan hanya menambah kompleksitas pada kodenya. Pada mesin yang cukup cepat untuk mendukung banyak pengguna, anda mungkin punya cukup tembolok penyangga (buffer cache) untuk memastikan tingkat penggunaan tembolok, dimana dalam hal ini banyak-jalinan tidak menguntungkan apa-apa. Ini hanya menguntungkan ketika ada beberapa proses melakukan proses nyata piringan I/O. Pertanyaan apakah perlu membuat sistem itu menjadi lebih rumit untuk kasus ini, setidaknya dapat diperdebatkan.

Saya tetap berpandangan bahwa merancang sebuah kernel monolitik di tahun 1991 adalah kesalahan mendasar. Bersyukurlah anda bukan mahasiswa saya. Anda tidak akan pernah dapat nilai tinggi untuk desain semacam itu 🙂

>Faktanya adalah bahwa linux lebih portabel daripada minix. Apa? saya dengar
>kata anda. Itu benar – tapi bukan seperti yang ast (Andrew S Tanenbaum)
>artikan: saya membuat linux menurut standar yang saya tahu caranya (tanpa
>memiliki standar POSIX apapun di depan saya). Memindahkan hal ke linux
>umumnya /lebih/ mudah daripada memindahkannya ke minix

MINIX dirancang sebelum POSIX, dan sekarang menjadi (secara perlahan) di-POSIX-kan seperti tiap orang yang mengikuti kelompok-berita ini tahu. Setiap orang setuju bahwa standar tingkat pengguna adalah ide bagus. Sebagai selingan, saya ucapkan selamat kepada anda karena bisa menulis sebuah sistem mengikuti POSIX tanpa punya standar POSIX di hadapan anda. Saya saja masih merasa cukup sulit setelah mempelajari standar-nya sejauh ini.

Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada dasarnya salah. Sebuah OS sendiri harus mudah dipindahkan ke landasan perangkat-keras baru. Saat OS/360 ditulis dalam bahasa assembly untuk PC 360 IBM 25 tahun yang lalu, mungkin masih bisa dimaafkan. Saat MS-DOS ditulis khusus untuk 8088 10 tahun lalu, ini kurang dari kata cerdas, seperti IBM dan Microsof sekarang, hanya terlalu menyakitkan untuk menyadarinya. Menulis sebuah OS baru hanya untuk 386 di tahun 1991 membuat anda mendapat nilai ‘F’ kedua untuk semester ini. Tapi jika anda benar mengerjakan ujian akhir, anda tetap dapat lulus mata kuliah ini.

Prof. Andrew S. Tanenbaum (ast@cs.vu.nl)


Dari: feustel@netcom.COM (David Feustel)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 30 Jan 92 18:57:28 GMT
Organisasi: DAFCO – An OS/2 Oasis

ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Saya tetap berpandangan bahwa merancang sebuah kernel monolitik di
>tahun 1991 adalah kesalahan mendasar. Bersyukurlah anda bukan mahasiswa
>saya. Anda tidak akan pernah dapat nilai tinggi untuk desain semacam itu 🙂

Itu oke. Einstein dapat nilai buruk dalam matematika dan fisika.


Dari: pete@ohm.york.ac.uk (-Pete French.)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 31 Jan 92 09:49:37 GMT
Organisasi: Electronics Department, University of York, UK

Dalam tulisan , meggin@epas.utoronto.ca (David Megginson) mengatakan:

>
> Dalam tulisan feustel@netcom.COM (David > Feustel) menulis:
>
>Itu oke. Einstein dapat nilai buruk dalam matematika dan fisika.
>
> dan Dan Quayle dapat nilai rendah dalam ilmu politik. saya pikir banyak
> orang-orang seperti Dan Quayles daripada Einstein di luar sana… 😉

Suatu pikiran yang mengerikan !

Tapi pada poin tentang mikrokernel vs monolitik, bukankah ini bagian dari peninggalan dari bahasa yang digunakan ? MINIX mungkin bagus bisa dirancang sebagai sebuah sistim mikrokernel, tapi pada akhirnya juga tetap berurusan dengan potongan besar data binari monolitik yang dimuat dalam “OS itu”. Bukankah itu ditulis sebagai program terpisah, mudah karena C tidak mendukung ide dari banyak proses dalam satu potongan kode monolitik. Adakah perbedaan nyata antara sebuah mikrokernel yang ditulis dalam beberapa potongan C dengan sebuah monolitik yang ditulis dalam sesuatu seperti OCCAM ? Saya akan berpikir bahwa dalam kasus ini, monolitik desain akan lebih baik daripada gaya mikrokernel, mengingat dari keuntungan bahasa konkuren (dijalankan-bersamaan) yang sudah-terpasang (built-in) dimana kernel tersebut bahkan dibuat modular daripada MINIX sendiri.

Siapapun untuk MINIX 🙂

-bat.


Dari: kt4@prism.gatech.EDU (Ken Thompson)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 3 Feb 92 23:07:54 GMT
Organisasi: Georgia Institute of Technology

sudutpandang boleh jauh dalam hal ketidakterkaitannya dari kegunaannya. Banyak, jika bukan sebagian besar, dari piranti-lunak yang kita gunakan mungkin usang menurut kriteria desain terbaru. Kebanyakan pengguna mungkin tidak peduli jika internal dari sistim operasi yang mereka gunakan, sudah usang. Mereka berhak lebih tertarik dalam kinerjanya dan kemampuannya di tingkat pengguna.

Saya biasanya setuju bahwa mikrokernel adalah gelombang masa depan. Bagaimanapun, menurut hemat saya, lebih mudah mengimplementasikan kernel monolitik. Hal ini lebih mudah juga membuatnya menjadi kekacauan ketika terburu-buru saat memodifikasinya.

Salam,
Ken