Debat Tanenbaum – Torvalds seri 2


Catatan: Tulisan ini dibuat dari karya berjudul: Open Sources - Voices from the 
Open Source Revolution (Kode-Sumber Terbuka - Suara-suara dari Revolusi Kode-Sumber
Terbuka) penerbit O'Reilly yang merupakan esai pilihan dari beberapa pengarang tentang dunia 
Kode-Sumber Terbuka. Tulisan ini diambil dari Apendiks A dan dibuat dalam 
beberapa seri (saya belum tahu akan menjadi berapa postingan) karena cukup panjang. 
Terjemahan dari karya ini diusahakan mendekati nada dalam tulisannya dan berusaha 
menggunakan bahasa yang sejelas mungkin. Saya hanya berharap karya ini dapat dinikmati 
seperti membaca karya aslinya dalam bahasa inggris. So, selamat menikmati tulisan ini.

HAK CIPTA

"Piranti-Lunak Bebas" adalah Hak Cipta (c) 1998 Richard M. Stallman

Salinan utuh (verbatim) dan duplikasi diijinkan dalam berbagai bentuk media
selama mencantumkan pernyataan ini.

"Riwayat Singkat Tradisi Peretas" dan "Balas Dendam Sang Peretas" adalah
Hak Cipta (c) 1998 Eric S. Raymond

Tulisan ini bebas; anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya
dibawah ketentuan GNU Lisensi Publik Umum seperti yang dipublikasikan
oleh Yayasan Piranti-Lunak Bebas; baik versi 2 dari Lisensi itu, atau
(sesuai pilihan anda) versi selanjutnya.

Tulisan ini disebarluaskan dengan harapan dapat berguna, tetapi
TANPA GARANSI; juga tanpa jaminan DAPAT DIPERJUALBELIKAN atau
SESUAI UNTUK TUJUAN TERTENTU. Lihat GNU Lisensi Publik Umum
untuk jelasnya.

Lihat Apendiks B untuk sebuah salinan dari GNU Lisensi Publik Umum,
atau kirimkan pertanyaan kepada Yayasan Piranti-Lunak Bebas,
59 Temple Place, Suite 330, Boston, MA 02111-1307, USA

  Eric Raymond
  esr@thyrsus.com
  6 Karen Drive
  Malvern, PA 19355

"Piranti-Lunak Kode-Sumber Terbuka" adalah bebas;
anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya
dibawah ketentuan GNU Lisensi Publik Umum seperti yang dipublikasikan
oleh Yayasan Piranti-Lunak Bebas; baik versi 2 dari Lisensi itu, atau
(sesuai pilihan anda) versi selanjutnya.

Tulisan ini disebarluaskan dengan harapan dapat berguna, tetapi
TANPA GARANSI; juga tanpa jaminan DAPAT DIPERJUALBELIKAN atau
SESUAI UNTUK TUJUAN TERTENTU. Lihat GNU Lisensi Publik Umum
untuk jelasnya.

Lihat Apendiks B untuk sebuah salinan dari GNU Lisensi Publik Umum,
atau kirimkan pertanyaan kepada Yayasan Piranti-Lunak Bebas,
59 Temple Place, Suite 330, Boston, MA 02111-1307, USA

  Bruce Perens
  bruce@pixar.com
  c/o Pixar Animation Studios
  1001 West Cutting #200
  Richmond, CA 94804

Semua tulisan yang tidak dicantumkan di atas, bebas disebarluaskan
TANPA MODIFIKASI selama pernyataan ini disertakan.
Seluruh materi memiliki hak cipta (c) 2000 O'Reilly & kolega.
Semua Hak dilindungi.

Apendiks A: Debat Tanenbaum-Torvalds seri 2

Dari: kevin@taronga.taronga.com (Kevin Brown)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 4 Feb 92 08:08:42 GMT
Organisasi: University of Houston

Dalam tulisan kt4@prism.gatech.EDU (Ken Thompson) menulis:

>sudutpandang boleh jauh dalam hal ketidakterkaitannya dari kegunaannya.
>Banyak, jika bukan sebagian besar, dari piranti-lunak yang kita gunakan
>mungkin usang menurut kriteria desain terbaru. Kebanyakan pengguna mungkin
>tidak peduli jika internal dari sistim operasi yang mereka gunakan, sudah
>usang. Mereka berhak lebih tertarik dalam kinerjanya dan kemampuannya di
>tingkat pengguna.
>
>Saya biasanya setuju bahwa mikrokernel adalah gelombang masa depan.
>Bagaimanapun, menurut hemat saya, lebih mudah mengimplementasikan kernel
>monolitik. Hal ini lebih mudah juga membuatnya menjadi kekacauan ketika
>terburu-buru saat memodifikasinya.

Seberapa sulit sebenarnya membuat struktur dari pohon sumber-kodenya kernel monolitik dimana sebagian besar perubahan tidak menimbulkan dampak negatif besar pada sumber-kodenya? Bahaya apa saja ketika menjalankannya, dan saran apa dari anda untuk menghadapinya?

Saya kira yang saya tanyakan ini: seberapa sulit untuk mengatur sumber-kode sehingga sebagian besar perubahan pada kernel tetap terlokalisasi dalam cakupan, meski kernelnya sendiri adalah monolitik?

Saya pikir anda memiliki pengalaman bertahun-tahun dengan kernel monolitik :-), jadi saya rasa anda punya jawaban terbaik untuk pertanyaan seperti ini.

Kevin Brown

Dari: rburns@finess.Corp.Sun.COM (Randy Burns)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 30 Jan 92 20:33:07 GMT
Organisasi: Sun Microsystems, Mt. View, Ca.

Dalam tulisan ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Dalam tulisan torvalds@klaava.Helsinki.
>FI (Linus Benedict Torvalds) menulis:

>Tentu saja 5 tahun dari sekarang akan berbeda, tetapi 5 tahun dari sekarang
>setiap orang akan jalankan GNU bebas pada 200 MIPS, 64M komputer Sparc-5 mereka.

Yah, saya orangnya yang _senang_ bila hal ini benar-benar terjadi

>>Faktanya adalah bahwa linux lebih portabel daripada minix. Apa? saya dengar
>>kata anda. Itu benar – tapi bukan seperti yang ast (Andrew S Tanenbaum)
>>artikan: saya membuat linux menurut standar yang saya tahu caranya (tanpa
>>memiliki standar POSIX apapun di depan saya). Memindahkan hal ke linux
>>umumnya /lebih/ mudah daripada memindahkannya ke minix
………
>Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan
>bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada
>dasarnya salah.

Pertama-tama, bagian dari Linux yang setelannya paling bagus pada mesin 80×86 adalah kernel dan perangkatnya. Perasaan saya sih bahkan bila Linux hanyalah ukuran sementara untuk kita semua jalankan piranti-lunak GNU, itu masih bermanfaat memiliki kernel yang setelannya bagus untuk arsitektur yang paling banyak digunakan saat ini.

>Sebuah OS sendiri harus mudah dipindahkan ke landasan perangkat-keras baru.

Yah, satu-satunya bagian Linux yang tidak portabel adalah kernel dan pengendalinya (driver). Bandingkan dengan kompilator, perkakas, system tampilan dan sebagainya (compilers, utilities, windowing system etc). Ini benar-benar kecil usahanya. Karena Linux punya derajat besar dari kompabilitas pemanggilan dengan banyak OS portabel, saya tidak akan berkomentar jauh. Saya pribadi sangat berterimakasih memiliki OS yang sepertinya membuat beberapa dari kita dapat mengambil keuntungan dari piranti-lunak yang datang dari Berkeley, FSF, CMU dan sebagainya. Mungkin juga dalam 2-3 tahun saat ultra-BSD murah dan Hurd berkembang pesat, Linux mulai menjadi usang. Kembali, saat ini Linux memotong drastis biaya menggunakan alat seperti gcc, bison, bash yang berguna dalam mengembangkan OS seperti ini.

Dari: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Bahasan: Re: Sistim LINUX usang
Tanggal: 31 Jan 92 10:33:23 GMT
Organisasi: University of Helsinki

Dalam tulisan ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Keterbatasan dari MINIX berhubungan sedikitnya sebagai bagian menjadi seorang
>profesor: Sebuah design yang terang-terangan untuk membuatnya berjalan di
>perangkat keras murah sehingga para mahasiswa dapat membelinya.

Baiklah: titik teknis nyata, dan satu yang membuat beberapa komentar saya tidak dapat dibenarkan. Tetapi pada saat yang sama, anda menembak diri sendiri sedikit di kaki: Sekarang anda mengaku bahwa banyak kesalahan minix karena terlalu portabel: termasuk mesin yang tidak benar-benar dirancang untuk jalankan unix. Asumsinya menuju ke fakta dimana minix sekarang tidak dapat ditambah untuk punya, katakan, seperti proses-laman (paging), bahkan untuk mesin yang mendukungnya. Ya, minix portabel, tapi anda bisa menulis ulang seperti “tidak mengunakan fitur apapun”, dan masih benar.

>Sebuah sistim berkas banyak-jalinan (multithreaded file system) adalah
>terobosan-singkat kinerja.

Salah. itu terobosan-singkat kinerja /pada mikrokernel/, Tetapi itu fitur otomatis saat anda menulis kernel monolitik – satu area dimana mikrokernel tidak bekerja terlalu baik (seperti yang saya tunjukkan dalam surat pribadi ke ast). Ketika menulis sebuah unix cara “usang”, anda otomatis dapat kernel banyak-jalinan (multithreaded kernel): setiap proses menjalankan tugas masing-masing, dan anda tidak harus membuat hal jelek seperti antrian-pesan untuk membuatnya bekerja efisien.

Selain itu, ada orang yang mempertimbangkan “hanya terobosan-singkat kinerja” penting: kecuali anda punya cray-3, saya rasa setiap orang akan capek menunggu depan komputer sepanjang waktu. Saya tahu karena saya sudah gunakan minix (dan ya, saya lakukan dengan Linux juga, dan itu /jauh/ lebih baik).

>Saya tetap berpandangan bahwa merancang sebuah kernel monolitik di tahun
>1991 adalah kesalahan mendasar. Bersyukurlah anda bukan mahasiswa saya.
>Anda tidak akan pernah dapat nilai tinggi untuk desain semacam itu 🙂

Yah, saya mungkin tidak mendapatkan nilai terlalu bagus bahkan tanpa anda: Saya ada adu-mulut (sepenuhnya tidak berhubungan – bahkan tidak terkait dengan OS) dengan orang di universitas ini yang mengajar desain OS. Saya ingin tahu kapan saya akan belajar 🙂

>Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan
>bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada
>dasarnya salah.

Tapi poin /saya/ adalah bahwa sistim operasi /tidak/ terikat pada jalur prosesor: UNIX berjalan paling banyak dengan prosesor nyata kenyataannya. Ya, /implementasinya/ memang spesifik-perangkat-keras, tapi itu BESAR bedanya. Anda menyebutkan OS/360 dan MS-DOG sebagai contoh desain yang buruk karena tergantung pada perangkat kerasnya, dan saya setuju. Tetapi ada perbedaan besar antara ini dengan linux: API linux portabel (bukan karena saya pintar desain, tapi karena fakta bahwa saya memutuskan mengikuti OS yang cukup-baik-dipikirkan-masak-masak dan teruji: unix.)

Jika anda menulis program untuk linux hari ini, anda seharusnya tidak mendapat terlalu banyak kejutan saat anda cuma mengkompilasinya untuk Hurd di abad 21. Seperti yang telah tercatat (bukan hanya oleh saya), kernel linux merupakan bagian kecil dari sebuah sistim lengkap: kode-sumber penuh untuk linux yang saat ini berjalan sekitar 200kB terkompresi – kode-sumber penuh untuk tampaknya pengembangan sistim lengkap sedikitnya 10MB terkompresi (dan dengan mudah nambah, dan nambah lebih besar). Dan semua kode-sumber itu portabel, kecuali untuk bagian kernel mini ini yang anda dapat (mungkin: saya sudah lakukan) menulis ulang dari awal, kurang dari setahun tanpa /ada/ memiliki pengetahuan sebelumnya.

Nyatanya /seluruh/ kernel linux jauh lebih kecil daripada mesin-tergantung-386 dalam mach: i386.tar.Z untuk versi saat ini dari mach melebihi 800kB terkompresi (823391 bytes menurut nic.funet.fi). Memang, mach “agak” lebih besar dan punya fitur lebih banyak, tetapi itu seharusnya tetap mengatakan pada anda sesuatu.

Linus

Dari: kaufman@eecs.nwu.edu (Michael L. Kaufman)
Bahasan: Re: Sistimm LINUX usang
Tanggal: 3 Feb 92 22:27:48 GMT
Organisasi: EECS Department, Northwestern University

Saya sudah coba untuk mengirimkan dua tulisan ini dari tempat kerja, tapi saya rasa mereka tertelan. Jika anda sudah pernah melihatnya, maaf.

——————————————————————–

Andy Tanenbaum menulis artikel menarik (juga menarik mengetahui bahwa dia benar-benar membaca grup ini) tetapi saya pikir dia melupakan poin penting.

Dia Menulis:

>Seperti banyak kalian ketahui, untuk saya MINIX adalah sebuah hobi, …

Yang juga mungkin benar sebagian besar, jika bukan seluruhnya, untuk orang yang terlibat dalam Linux. Kami tidak mengembangkan sebuah sistim untuk mengambil-alih pasar OS, Kami cuma menghabiskan waktu dengan baik.

> Yang akan terjadi adalah mereka secara bertahap akan mengambil alih dari
> garis 80×86. Mereka akan jalankan program lama MS-DOS dengan
> menginterpretasikan 80386 di dalam piranti-lunak.

Nah jika ini terjadi, jika saya tetap ingin bermain dengan Linux, saya hanya tinggal jalankan saja di emulator 386 saya.

> Minix dirancang untuk mudah berpindah, dan telah berhasil dipindahkan
> dari sistim Intel ke sistem 680×0 (Atari, Amiga, Macintosh), SPARC,
> dan NS32016. Linux cukup terikat kuat dengan 80×86. Tidak dapat
> kemana-mana.

Itu bagusuntuk orang-rang yang punya mesin itu, tapi tidak ada makan siang yang gratis. Portabilitas itu didapat dari biaya beberapa kinerja dan beberapa fitur pada mesin 386. Sebelum anda memutuskan LINUX itu jangan digunakan, anda seharusnya berpikir tentang apa yang akan digunakan. Saya akan menggunakannya untuk memjalankan memori dan perhitungan intensif program grafik pada mesin 486 saya. Buat saya, kecepatan dan memori lebih penting baru ke depannya kedalaman-seninya dan portabilitas.

> Tetapi, sejujurnya, saya akan menyarankan mereka yang ingin sebuah OS
> “bebas” yang **CANGGIH** mencoba yang berbasis mikrokernel, OS
> portabel, mungkin seperti GNU atau sejenis seperti itu.

Saya tidak tahu basis mikrokernel bebas lainnya, portabel OS lain. GNU tetap piranti-lunak-ada-tidak-tidakjadipun-tidak (vaporware), dan kemungkinan tetap seperti itu untuk waktu ke depan. Apakah anda benar-benar punya satu untuk rekomendasi, atau anda hanya mempermainkan saya? 😉

—————————————————————————

Dalam artikel ast@cs.vu.nl (Andy Tanenbaum) menulis:

>Maksud saya adalah menulis sebuah sistim operasi baru dimana terikat erat dengan
>bagian perangkat-keras tertentu, terutama yang aneh seperti jalur Intel, pada
>dasarnya salah. Sebuah OS sendiri harus mudah dipindahkan ke landasan
>perangkat-keras baru.

Saya pikir saya melihat dimana saya tidak setuju dengan anda sekarang. Anda melihat desain OS sebagai akhir dalam dirinya. Minix baik karena portabel/Mikro-kernel/dan sebagainya. Linux tidak baik karena monolitik/terikat erat dengan Intel/dan sebagainya. Itu bukan seikap yang aneh untuk seseorang dalam dunia akademis, tetapi itu juga bukan sesuatu yang anda harapkan dapat dibagikan secara universal. Linux tidak ditulis buat alat mengajar, ataupun buat latihan abstrak. Dia ditulis untuk semua orang untuk jalankan piranti-lunak jenis GNU _saat ini_. Fakta bahwa dia tidak boleh digunakan lima tahun lagi kurang penting dari fakta bahwa hari ini (Yah, sampai April mungkin) Saya dapat jalankan jenis piranti-lunak yang mau saya jalankan. Anda terus mengatakan Minix lebih baik, tetapi jika dia tidak dapat menjalankan piranti-lunak yang saya ingin jalankan, dia benar-benar tidak bagus (buat saya) sama sekali.

>Saat OS/360 ditulis dalam bahasa assembly untuk PC 360 IBM 25 tahun yang
>lalu, mungkin masih bisa dimaafkan. Saat MS-DOS ditulis khusus untuk 8088
>10 tahun lalu, ini kurang dari kata cerdas, seperti IBM dan Microsoft
>sekarang, hanya terlalu menyakitkan untuk menyadarinya.

poin sama. MSoft tidak datang dengan Dos untuk “menjelajahi batas-batas penelitian os”. Mereka lakukan untuk mendapatkan uang. dan mengingat fakta bahwa MS-DOS mungkin masih menjual lebih banyak dari orang lain meski dikumpulkan bersama, Saya tidak pikir seperti yang anda katakan mereka gagal _dalam tujuan mereka_. Bukan karena MS-Dos OS terbaik dalam hal apapun, tapi karena dia melayani kebutuhan mereka.

Michael

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: